☀️ Ibnu Sambodo Dan Mekanik Jepang
Beritamutakhir Yudhistira secara pribadi akhirnya lebih memilih Kawasaki untuk 2016. Itu diiyakan Ibnu Sambodo, bos Kawasaki Manual Tech tempat Yudhistra membalap. "Ya benar, Yudhis - panggilan Yudhistira - nggak jadi ke Honda. Selebihnya auk ah," jelas Ibnu dari markasnya di Jogja. SELENGKAPNYA
Tunersekaligus pemilik tim Manual Tech, Ibnu Sambodo, menjelaskan seperti dilansir dari otomotifnet.com, bahwa panjang pendeknya knalpot menentukan karakter tunggangan. Knalpot dengan bentuk yang panjang, akan cocok untuk trek yang lurus-lurus, atau dengan kata lain, persebaran tenaganya lebih merata.
Jadi ini sebagai apresiasi kita kepada pihak KHI Jepang yang membantu kita selama ini hingga tahun lalu kita juara umum AP250 (ARRC 2019). Tahun 2020 ini memang tidak full support tapi kita diijinkan menggunakan propertinya, termasuk motor, "ujar Ibnu Sambodo, owner team merangkap Chief-Mechanic yang akrab disapa Pak De.
Durasidan Overlap. Setelah mengetahui sekitar karakter mesin lewat perbandingan panjang langkah dan diameter piston, kita juga bisa tau tipikal mesin dengan mengenali durasi kem. "Intinya, makin besar durasi, maka power mesin akan lebih didapat di putaran yang lebih tinggi," jelas Ibnu Sambodo, mekanik bengkel khusus 4-tak Manual Tech di
Australia dan Jepang sudah resmi membatalkan event balap MotoGP. Bahkan Olympiade Tokyo diundur 2021. China juga sulit karena banyak event besar di batalkan, termasuk MXGP China dibatalkan. Mereka memang sedang serius menangani Virus Covid-19, "tambah Ibnu Sambodo yang juga merangkap Chief-Mechanic dan bermarkas di Sleman, Yogyakarta.
Yamaha IndoprixSekarang Udah kayak Kurusetra mini Perang HRC lawan YFR. By. Taufik. -. March 16, 2013. 73. Bro sekalian, Jika beberapa hari yang lalu kita terkagum kagum sama marc marquez yang udah kayak ngajarin para seniornya di Race Track Austin USA yang dimana semua pembalap motoGP buta dan Nggak punya data karena sirkuit baru, tapi
Bro sekalian, kalau menurut kacamata TMCBlog, untuk tahun debut kehadiran all new Ninja 250 yang hadir all out, mesin baru, sasis baru di 2018 ini bisa dibilang memang membuktikan di ajang balap bahwa mereka bisa Improve. Bisa sobat lihat, hanya dengan mengandalkan workshop balap Manual Tech yang memang sudah terkenal semenjak lama, kepala dingin dari Pakde Ibnu Sambodo plus
Yangasli buatan Jepang, materialnya kuat dan tahan gebukan kompresi tinggi," bilang Adriansyah, mekanik Adri Racing Shop di Rawamangun, Jaktim. Disamping kuat, pucuk piston juga lebih menonjol. tapi bisa dipakai dan mudah untuk penyesuaiannya," bilang Ibnu Sambodo, tuner Suzuki Hendriansyah Pennzoil yang boleh dibilang rajanya korek
Meskihidup di keluarga guru, namun Ibnu sudah akrab dengan dunia mekanik sejak kecil. Bila teman-teman sebayanya suka membeli mainan, anak ketiga dari tujuh bersaudara ini memilih membuat sendiri. Ia semakin akrab dengan dunia mekanik ketika akhirnya masuk ke jurusan teknik elektro UGM di tahun 1992.
. - Ibnu Sambodo yang dikenal sebagai begawannya balap motor 4-tak di Indonesia. Meski dasar pendidikannya elektro, Ibnu Sambodo mendapat ilmunya secara otodidak. Pria yang punya sapaan 'Pak Dhe' ternyata sudah berhenti mengoprek mesin sejak tahun 2013. Ibnu Sambodo sebagai pemilik Kawasaki Manual Tech menjadi juara asia ARRC SS600 tahun 2017. BACA JUGA Blak-blakan Ibnu Sambodo Indonesia Harus Punya Banyak Sirkuit Agar Balapan Makin Maju Sejenak GridOto mampir ke bengkel Kawasaki Manual Tech di kawasan Jl. Kaliurang Ngaglik, Sleman. Ibnu Sambodo berkomentar saat ditanya berita yang beredar sebelumnya soal Indonesia akan gelar MotoGP.
Berawal dari kikir dan gerinda, sampai ke level asia. Berawal dari kikir dan gerinda, sampai ke level asia. – Jogja. Boleh dibilang ia Founding Fathernya mekanik underbone 4-Tak untuk road race di Indonesia. Motor bebek yang kiranya untuk ibu-ibu ke pasar dibuat untuk bapak-bapak ke arena adu kebut. Sejenak OZ mampir ke bengkel Kawasaki Manual Tech di kawasan Jl. Kaliurang Ngaglik, Sleman. Ibnu Sambodo yang akrab di panggil Pak Dhe menuturkan lika-liku awal membangun mesin kencang 4-Tak. Tidak seperti mekanik umumnya yang meniru modifikasi dari pendahulu. Pak Dhe memulai dari nol. Maka dari itu Pak Dhe Ibnu sering disebut engine builder-nya bebek 4-Tak. Dimulai waktu kuliah di Universitas Gajah Mada jurusan elektronok tahun 1996 bersamaan awal ramainya produksi bebek 4tak. Berbekal kikir dan gerinda ia mengawali dengan memapas noken as atau kem. Pemikirannya waktu itu bagaimana caranya supaya klep masuk dan buang bisa membuka lebih lama agar bahan bakar yang masuk lebih banyak. “ Kikir sama gerinda bulat yang diputar pake tangan itu lho mas ” bukanya. Bisa dibayangkan ya, kem di kikir lalu di gerinda manual. Dengan gerinda listrik jaman sekarang saja belum tentu pas, apalagi manual? Tangan satunya memegang kem, tangan satunya memutar engkol gerinda. Wah ribetnya.. Itulah mengapa pak dhe Ibnu Sambodo menamakan Manual Tech. Teknologi manual yang nekat, mengandalkan kikir dan gerinda. Sekarang menangani mesin Supersport 600cc. Dari mana Pak dhe ini belajar?.. “ Saya ini sama sekali tidak pernah berguru kepada siapapun. Belajar sendiri, ” ungkap Pak Dhe yang tetep awet muda ini. Mungkin motor buat kuliah waktu itu yang jadi eksperimen. “Wah, motor saja nggak punya. Punya teman di kos-kosan yang buat percobaan,” cerita alumni SMA Negeri 3 Solo ini sambil tertawa. Jarang-jarang lho pak Dhe tertawa. Akhirnya tahun 2000 Manual Tech mulai diperhitungkan. Bersama Dimas “Kroechil” Sugiyarto berhasil menjadi juara nasional 4-Tak. ” Bengkel saya dulu masih di daerah Tamanan, Banguntapan, Bantul. Baru tahun 2005 pindah jalan Kaliurang,” ucapnya. Suzuki pun akhirnya mengontrak team yang di dirikan pakde ini menjadi Suzuki Manual Tech. Beberapa pembalap top pernah mengisi daftar pembalap Pak Dhe Ibnu. Sigit Avianto, Hendriansyah, Irwan Ardiansyah, Bima Aditya, Dedi Permadi, Ardy Satya dll. Motor pertama Ibnu Sambodo juara nasional tahun 2000 saat di tunggangi Dimas Kroechil. Awal 2009 secara mengejutkan Pak Dhe pindah haluan dari Suzuki ke Kawasaki. Di tahun ini pula ia memulai lagi dari nol. Merancang mesin underbone Kawasaki yang jarang sekali ada mekanik yang memakainya di road race Indonesia. Sanggup tiga besar di seri pertama Indoprix. Lalu setahun kemudian Kawasaki Manual Tech juara asia untuk pertama kalinya di Asia Road Racing tahun 2010. Sampai sekarang team Manual Tech selalu mengisi posisi tiga besar di kejuaraan tersebut. Keseriusan Pak Dhe bersama Manual Tech berbuntut kepercayaan Kawasaki Indonesia untuk turun di kelas yang lebih tinggi yaitu Supersport 600cc. Tantangan baru memecah kebosanan di balap nasional dan ajang Asia Road Racing. Dengan di bantu Kawasaki Jepang, lewat pembalap Katsuaki Fujiwara berhasil merebut juara asia kelas supersport 2011. Disela kesibukannya sekarang, Pak Dhe Ibnu juga membuka bengkel resmi Kawasaki dan kursus mekanik disana. “Untuk kursus mekanik saya di bantu assisten. Disini saya dibantu pak Danu,” tutur Pak Dhe. “Tidak saya batasi sampai kapan kursusnya. Pokoknya sampai merasa dia mampu membuat motor kencang,” kata Pak Dhe. Bersama Gupito Kresna pimpin klasemen sementara Asia Road Racing 2014. Bersama beberapa assistennya di Manual Tech, ia masih merancang motor Kawasaki Edge yang kembali bertaji di Indoprix dan Asia Road Racing. Itulah Ibnu Sambodo. Orang yang pertama kali meriset bebek 4tak Indonesia dibuat kencang untuk untuk road race. Penulis Hafid Foto Hafid
Jakarta - Sang Begawan underbone 4-tak, Ibnu Sambodo kini mulai bermain di arena supersport. Bersama tim Kawasaki, Ibnu akan turun di kejurnas dan Asian Grand Prix Supersport. Dan, mekanik kawakan itu langsung dapat pelajaran penting dari para mekanik Jepang yang jadi pertamanya, “Kalau melihat cara kerja mereka, jangan harap mekanik Indonesia yang sekarang ini bisa menyamai!” seru Ibnu. Lalu pria yang karib disapa Pak De itu, memaparkan betapa etos kerja para mekanik Jepang amat beda dengan mekanik Nusantara. “Mereka kerja start jam 8 pagi, baru berhenti jam 1 siang. Selama itu, benar-benar kerja, berdiri, mondar-mandir. Tidak ada istilah merokok atau ngopi sejenak,” bilang Ibnu bener dengan mekanik kita yang sering kali memegang rokok selama bekerja. Lalu, suka berhenti sejenak buat ngopi atau ngoceh ngalor-ngidul. Istirahat pun, mekanik Jepang hanya butuh waktu 30 menit. Lalu, mereka bekerja lagi hingga jam 8 malam. Semua itu dilihat Ibnu selama latihan di Sepang beberapa waktu pelajaran penting tuh!
ibnu sambodo dan mekanik jepang